Rabu, 12 Juni 2013

Puisi-Puisi Dediono

Nama lengkap saya adalah Dediono, sapa saja Dedi. Saya anak sulung dari lima bersaudara. Ayah saya bernama Muslim dan ibu saya bernama Sriati. Saya lahir tiga puluh tahum silam tepatnya di Demak,16 Mei 1983. Riwayat pendidikan yang saya punya adalah sekolah dasar di SDN 4 Mranggen, sekolah lanjutan di SMPN 2 Mranggen dan SMAN 2 Mranggen, kuliah di IKIP PGRI Semarang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Jurusan Bahasa Inggris.

Sekarang saya tinggal di Jalan Karanggawang Barat RT 06 RW 14 Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang Jawa Tengah. Saya tinggal di sana dengan istri tercinta yang bernama Rini Susilowati. Saya bekerja sebagai seorang guru (bahasa inggris) di SMP Islam Al Azhar 23 Semarang. 02470301907 dan ono_dedi@yahoo.co.id adalah nomor telpon dan email saya.


MAHABBAH TERINDAH

Kumandang suara adzan menyeruak, memecah keheningan pagi yang gulita
Mengetuk hati insani tinggalkan mimpi fana
 Menyeru semangat jiwa bangunkan raga perkasa
Mengantar langkah kaki meraih gelar taqwa

Allah,
Ku buka mata usir kantuk yang tersisa
Ku singkap selimut sudahi kehangatan semu yang menggelayut
Ku angkat badan tinggalkan buaian nikmat yang memanjakan
Ku jauhi rerebahan penghantar mimpi yang tak berkesudahan

Allah,
Ku tata sanubari demi meraih suci dengan air-Mu yang diberkahi
Ku kiblatkan hati pikiran dan lisan dengan penuh tunduk pandang
Ku ikrarkan janji suci dengan leleh air mata menyertai
Ku sungkurkan kerak kesombongan segenap jiwa dan raga dengan penuh ketaatan
Ku tengadahkan kedua belah telapak tangan dengan penuh pengharapan
Ku sisipkan harapan keasabaran, keberhasilan mendidik anak bangsa dalam lelafal kebajikan dengan penuh ketulusan
Ku kerahkan berjuta kepasrahan hingga tiada lagi yang tersisa

Karena Allah,
Gapai mahabbah suci-Mu adalah yang terindah


AKU GURU

Aku adalah seorang guru
Profesi yang aku cita-citakan semenjak kecil dulu
Profesi yang selalu menghiasi lelangkah harianku
Profesi yang akan menentukan masa depanku hingga akhir hayatku

Katanya,
Guru adalah pengajar ilmu hitung dan kata
Guru adalah pendidik ilmu bajik dan bijak
Guru adalah pekerja berterima gaji seadanya di tanggal muda
Guru adalah pahlawan walau tanpa tanda jasa

Nyatanya,
Guru adalah pengajar berumuskan ikhlas dan kemulyaan
Guru adalah pendidik bersuri tauladankan ilmu dan iman
Guru adalah pekerja bergajikan keridhoan di hari kemudian
Guru adalah pahlawan bertanda jasakan ampunan
Guru adalah ulama berkampung halamankan surga yang menawan

Makanya,
Aku tulus menjadi guru bagi semua anak bangsa
Aku ikhlas berjuang demi kemaju-jayaan negara
Aku rela berkorban hingga titik darah penghabisan
Karena, bagiku, cinta Allahlah akhir tujuan


INI SEKOLAHAN

Jika kau tanya aset apa yang paling berharga di kampungku
Sekolahan itulah jawabnya
Jika kau tanya alasan apa yang ada dibenakku
Ke sanalah kau kan temukan jawabnya  
Bukan lewat aku
Tapi kau sendirilah yang akan menjawabnya

Kau kan bertanya ‘Inikah sekolahan?’
Reot bentuk bangunannya
Lapuk dinding kayunya 
Berlubang-lubang atapnya
Hilang kokoh meja kursinya
Hilang identitas warna papan tulisnya

Kau kan menganalisa ‘Ini sekolahan.’
Ada papan nama yang terpancang walau telah usang
Ada guru yang siap menyeru ilmu walau berkesejahteraan semu  
Ada murid yang siap berjibaku sulit walau sarana prasana terbatas, sedikit 

Kau kan berseru menjawab ‘Inilah sekolahan!’
Cita-cita besar ada di almamaternya
Kemulya-bijaksanaan ada di setiap perangai gurunya
Masa depan gemilang ada di setiap suka duka muridnya


DERMAGA IMAN DAN ILMU

Di saat nafas kehidupan memenuhi sudut-sudut pagi yang merona
Hingar-bingar setiap insan yang berjibaku kesibukan
Hiruk-pikuk berkasta kendaraan yang berpacu waktu
Sabar Ibu pertiwi lama tersakiti, terhianati menanti masa depan gemilang bersemi
Di sinilah,
Di bawah gerbang akhlakul karimah
Atas nama cinta pada negeri sepenuh hati
Ku bingkai senyum, ku tata sapa, ku untai kata
Demi menyongsong semangat langkahmu
Wahai pemilik asa yang bergelora
Wahai pewaris negeri yang dinanti
Wahai pemimpin masa depan yang digadang

Selamat datang anakku,
Inilah megah dermaga iman dan ilmu yang berpadu
Di mana negeri ini berharap, menanti sang pembaharu  
Temukan bahteramu yang bernahkodakan iman yang menawan
Karena iman adalah jalan kebijakan bagi bangsa meraih kemulyaan
Arungi luasnya samudra ilmu yang biru
Karena ilmu adalah kunci kebajikan bagi negara berperadaban
Jangan takut dasyat badai yang menerpa
Karena ia tercipta untuk menempa tegarnya jiwa
Dan tegarnya jiwa adalah ruh bagi negeri yang berketahanan
Jangan takut besar gelombang yang menerjang
Karena ia tercipta untuk menempa tangguh, teguhnya jiwa
Dan tangguh, teguhnya jiwa adalah ruh bagi negeri yang terselamatkan
Jangan takut seram karam yang mengancam
Karena ia adalah kemustahilan bagi insan yang berpunya berjuta asa
Dan asa adalah ruh bagi negeri bermasa depan gemilang
Dengar anakku,
Mendidikmu adalah jalanku mencitai negeri
Meraih cita-asamu adalah bukti baktimu pada negeri

Mari anakku,
Mari jadikan jiwa padamu negeri realisasi pelipur lara bagi ibu pertiwi yang lama tersakiti, terhianati


LELAP SANG GURU

Manja peraduan menyapa, menawarkan pelepas lelah yang menggairahkan
Kantuk menyergap, menyandra kesadaran, membius lumpuh urat saraf
Pasrah jiwa raga menanti keniscayaan
Hanya asa berikan cerecah harapan semangat mendidik anak bangsa lebih baik esok dan lusa
Melipurlah dzikir menjelang negeri awang-awang






Puisi-Puisi Hajirratul Qud Siyah

Hajirratul Qud Siyah, Pekerjaan Mahasiswa, HP, 085362700880, Email hajir2th@yahoo.co.id





WARNA-WARNI PELANGI

Warna-warni pelang nan indah
Ia menjadi hiasan penyempurna dunia
Bercampur dengan warna mega-mega
Yang melintang panjang di angkasa
Hatiku mulai bertanya-tanya
Apakah semua ini hanya fatamorgana belaka
Yang tak pasti keberadaannya
Ku renungi keajaiban yang ada
Ternyata semua ini berupa keajaiban yang nyata
Namun akhirnya telah ku sadari
Inilah ciptahaan tuhan maha kuasa yang berbentuk seni
Ku terkagum dengan ke indahannya
Sebuah ciptaan yang tiada bandingannya
Tuhan……..
Engkaulan yang maha kuasa
Sang maha pencipta yang bijaksana
Yang menciptakaan alam dan se-isinya dengan sempurna


NEGERIKU YANG TERCINTA

Negeriku yang tercinta
Sebuah tempat hunian yang sempurna
Sebuah tempat yang penuh panorama ke indahaan layaknya surge
Yang tidak ada pada negeri lainnya
Namun negeri ini tak membuatku bahagia
Negeri yang dikatakan orang bertanah surga
Akan tetapi insan yang hidup disana senang berdusta
Dan kini ku tak tahu berbuat apa
Pikiranku melayang terbang
Dibawa oleh hembusan angin yang bertiup sendu
Melayang dengan penuh rasa tanda tanya ini
Meraba-raba jiwa tuk mencari kebahagian hakiki
Kini……
Hidupku hanya diperuntukkan melawan dunia
Melihat dunia nyata dengan penuh keyakinan jiwa
Menjadikan hidupku berguna dikehidupan kedepannya
Ku harus tetap mengerti
Semua warna-warni negeri ini harus ku jalani
Dan ku mencoba tuk membangun negeri ini dengan sebuah mimpi suci
Agar kehidupan yang ada lebih berarti


DALAM UNTAIAN WARNA

Tetesan tinta suci memberikan warna setia
Membuat warna-warni lainnya menjadi nyata
Memberikan naungan suci nan indah
Tuk penyempurna warna-warna lainnya
Seperti halnya kehidupan yang nyata
Insan satu menjadi penolong insa lainnya
Memberikan jiwanya tuk bersatu
Manjadikan hidupnya tuk saling membantu
Namun……
terkadang tetesan tinta itu terlihat buruk dengan lainnya
ketika warna yang ia isi tak sesuai dengan keadannya
dan akhirnya menjadikan kertas itu hina
Hidup tak selama indah
Kadangkala ada rintangan yang menerpa
Ketika insan yang suci dihina oleh insan lainnya
Maka jiwa yang teguhpun terkadang luluh lanta
Iniliah rupa warna-warni tinta
Tak jauh berbeda dengan kehidupan nyata
Yang dapat mengubah segala dalam sekejap mata
Dan tetap pada dasarnya
Agar menjadikan hina itu mulia


SERPIHAN CINTA TUK NEGERIKU

Jalan hidup ini berupa urain cerita
Yang pada dasarnya mencari cinta
Dan semua itu berawal dari ungkapan kata
Sebuah ungkapan yang membangkitkan jiwa
Ialah cita-cita mulia tuk menjalani hidup di dunia
Ku jalani kehidupan yang penuh rintangan
Liku-liku jalan terjal terus menghadang
Walaupun itu semua bagai ombak yang menghadang
Kehidupanku sudah terlukiskan tuk menantang
Pada akhirnya ku sadari
Inilah kehidupan yang penuh rintangan
Kini……
Ku berdiri di antara kesunyian malam
Meratapi diri dari apa yang terjadi
Meraba-raba jiwa yang masih terbawa oleh mimpi
Yang tak mengerti arti dari sebuah kehidupan
Kadang kala ku berpikir sendiri
Tentang kehidupan yang telah ku lalui
Dikesendirian ku berdiri menatap indahnya mega-mega yang tinggi
Sambil mencoba kembali tuk meraih mimpi
Ingin rasanya ku melihat negeri ini makmur sentosa
Dan jika akhirnya mimpi-mimpiku menjadi nyata
Kecintaan hati ini akan turut ikhlas membangun negeri tercinta
Sambil menikmati masa depan yang cerah di negeriku Indonesia


PENDIDIKAN TIADA BANDING

Suasana senja sore hari membuatku terlena
Terlena oleh kehadiran dirinya
Menjadikanku terpana akan keindahan yang menyelimutinya
Menyaksikan ia bersinar cerah di angkasa
Tiba-tiba hati ini teringat akan sesuatu
Yaitu seseorang yang dulunya berada disisiku
Menemani hari-hariku dengan penuh cinta dan kasihnya
Menjadikanku seseorang bijaksana
Dialah malaikatku di dunia
Seorang malaikat yang baik hatinya
Seorang malaikat yang setia
Dialah ibuku tercinta
Kehidupankupun di isi olehnya
Membimbingku dengan penuh kesabaran cinta kasihnya
Mengarahkanku untuk mempelajari ilmu dunia yang kaya
Agar hidupku berharga di masa depan yang cerah nantinya
Kini ia telah tiada
Dan harapanku ingin hidup lebih lama dengannya telah sirna
Ia pergi meninggalkanku dengan harapan yang ada
Berharap agar aku mampu menjalanni kehidupan dunia
Ibu……..
Kaulah malaikatku sang pemberi pendidikan tiada bandingannya



Senin, 10 Juni 2013

Puisi-Puisi Misnama

MISNAMA.LahirdiSumenep, 06 Maret 1996.Santriwati PP. Al-Huda Gapura yang saat ini duduk di kelas XI MA. Al-Huda. Aktif mengikuti kajian dan penulisan sastra sejak dirinya bergabung dengan Sanggar 7 Kejora Al-Huda. Memenangkan beberapa ivent cipta puisi dan cerpen diantaranya: juara I Lomba Cipta Cerpen Class Meeting se-Timur Daya (2010), juara I Lomba Cipta Cerpen Tingkat SLTA se-Kab. Sumenep yag diadadakan sanggar Batton (2013). “Tanpangantanan” adalah judul puisinya yang dinobatkan sebagai puisi terbaik dalam antologi Siniopsis Pertemuan (Al-Huda Press, 2012). Puisi dan cerpennya masuk dalam bunga rampai Dua Arus (Kumcer, 2013), Sinopsis Pertemuan (Puisi, 2012). Berdomisili di PP. Al-Huda Gapura Timur Gapura Sumenep 69472. Phone : 081939488118. E-mail qfithr@yahoo.co.id.


LIMA TAHUN 

Yang tercipta lima tahun yang lalu 
aku mengenalmu
dengan kamboja ungu
pada suatu waktu ketika kita 
bertukar sapa di sepetak sawah itu
kutemui jasad senja
kaku dalam gerimis yang jatuh
di mataku
menanggalkan basah hatimu
pada pertemuan terakhir dulu.

Fie, pada kemarau panjang
yang merah
tak ada gerimis 
yang lagi mecipta waktu
dan tahun-tahun yang gugur
begitu saja
di dadaku mengering 
dalam rindu
sampai musim semi datang
desau angin berbisik pelan
melarungi akar hujan
ke dasar musim yang silam
tentang dirimu yang kutemui 
menjelang petang.

Dan rindu itu, Fie
rindu yang sempat 
menggugurkan tahun-tahun lalu
bersama waktu 
yang selalu gagal 
kumenangkapnya
kembali menjadi akar-akar 
yang terus berserabut 
ke dasar hati
bahkan di hulu jantungku
ada beribu bunga seperti
bungamu yang ungu
di hatimu.

Pangabasen, 09 Februari 2013


GU-TOGU 

Pagi, ketika kabut masih
mencipta kata
dalam gelembung embun di bibir
daun pagi yang hijau
aku menjaga detak ranumnya 
yang dipatuk sebagain pipit merah
sebagaian masih menggeliat
di antara kembang kelapa
sebagain masih bernyanyi mengikuti 
siul angin
dan teriakan daun siwalan.

Sampai cahaya
yang digenggam matahari
menumbuk mataku di sini
dan aku menemui lincak kecil
tempat ibu melakukan
gu-togu sambil menggetarkan
detak jantungnya pada 
wayang yang sengaja 
ibu tempatkan
di antara ranum padiku
sebagai ritual bisu seperti sangkaku
sesekali melempar kalimat
yang selalu kubulatkan
sehabis subuh menyeusup 
ke dalam hatiku
serupa gempelan tanah liat
di perut ketapel ibu
yang digenggamnya
dengan erat untuk berjaga-jaga.

Setelah itu aku mengelilingi sawahku
barangkali burung-burung
dalam kekhawatiranku
masih mengintai di situ
dan diam-diam 
mematuki kata demi kata
yang tercipta tadi pagi

Bila demikian
segera kupunguti
di paruh angan
agar bila orang-orang
di sekelilingku riuh 
dengan bunyi bambu
maka di sawahku riuh 
dengan puisiku.

Tamidung, 18 April 2013


LELAKI PENARI

Lelaki penari malam
bila hatimu nanar
di mata malam
dan mataku teramat perlu
untuk kau rayu agar terang
pahat itu bintang
agar tubuhku tak lagi kekal 
mengukir kegelapan.

Lelaki penari malam
sambil kubakar kemenyan
di raut rembulan
aku menemuimu dalam malam
yang panjang
membawa mata terang.

Sampai litu tubuhmu yang legang
dan hentakan kaki telanjang
mengikuti asap kemenyan
larut dalam nyanyian malam
di puncak kesunyian.


Pangabasen, 07 Maret 2013

SEUSAI HUJAN

Aroma tanah dan dingin hujan masih berkeliaran memasuki tubuhku. Mengetuk bulu kuduk dengan suara dan sentuhan paling lirih malam itu, malam yang terus menghitung detak daun-daun di dadaku. Serupa meniran di matamu yang mengetuk jantungku.

Pangabasen, 28 April 2013


SIMPANG TIGA DOA

1.
Mari anakku,
mari ibu tuntun menuju tepi
yang tak pernah sepi 
dari labuh perahu
sebab di situ, sebelum engkau
bangun dari riuh mimpi pilu
ibu menyediakan dzikir baru
untuk bekalmu
berupa gelembung rindu di mata ibu

2.
Bila tubuhmu lelah 
melarungi samudera
segera rangkul gulungannya
dengan dada terbuka
biar ombak melantakkan serapuh nyawa
dan tubuh ibu memar luka
ileh lokan petapa
itu tak apa
sebab buih yang tumpah
itu bocah tasbih penutur
mantra kata

3.
Atas nama doa yang tak pernah tua
ibu rampungkan di sini
agar sebelum matahari menua
engkau telah tiba dan mendapati
detak kelahitan 
dan kematian
yang tak pernah tiada


Pangabasen, 30 April 2013




  

Puisi-Puisi Satriawan Susanto

Satriawan Susanto, yang lahir tepat pada tanggal 11 Juni 1997. Saya bertempat tinggal di Jl.Perintis Kemerdekaan No.33 , Banjar Patroman , Jawa Barat. Saya adalah anak ketiga dari 3 bersaudara. Saya mulai mengenal kegiatan menulis karena kakak  kandung saya yang menyuruh saya untuk menuangkan ide tentang tulisan. Awalnya saya acuh dan menolak, semua itu dikarenakan saya merasa kurang mampu untuk mengimbangi penulis-penulis lain. Tetapi, pada akhirnya saya pun menuruti apa yang sudah dikatakan oleh kakak saya, sehingga saya memulai kegiatan menulis sejak bulan Januari 2013 lalu. Bagi yang membutuhkan atau ingin tahu info tentang saya, bisa hubungi  No.Hp 085701040295 dan e-mail saya satriawansusanto@yahoo.com


ILMU DASAR SEORANG SENIMAN


Kutarik nafas….

Mungkin ku tak sadar telah didominasi oleh tulisan seorang seniman

Ingin kurengkuh aksara-aksara matematika yang merotasi isi kepala

Kemudian ku tanam sebagai kemangi dalam setiap sarapan sehari-hari

Agar dunia tahu, bahwa esok aku berusaha menampilkan jutaan prestasi


Setiap pagi kutatap arloji dan menunggu lonceng berbunyi

Ku bayangkan ilmu fisika dan kimia tanpa rayu seni

Takkan muncul angka-angka yang berbaris rapi

Dan suara genta tembaga akan berselaras dengan nada sunyi


Zebra-zebra di televisi menguatkan tajuk  pemikiran selanjutnya

Warna hitam-putih menorehkan tanda tanya untuk seni purbakala

Akhirnya ku berfikir…..

Rasio alam tidak lepas dari kreasi seni Sang Pencipta

Yang memberi kesempatan untuk berkarya pada kolong tata surya 



PANGGUNG BERSINDIKAT SKENARIO


Rajawali hitam menari lincah dibawah panas teriknya kemarau

Dibawahnya tampak anak kecil termangu pada isi kota asing

Entah siapa yang menaruh kata-kata di bawah lukisan  gradasi biru

Menambah kesan eksotis pada bidang datar berdimensi dua

Apakah pelukis ataukah pujangga?

Keduanya bersama-sama mengarungi mega-mega dunia



Panggung-panggung mulai dipenuhi laga bersindikat skenario

Entah kenapa…..

Lidah-lidahku terhempas pada bagian melankolis  alur cerita

Tertusuk beban derita aktor utama di serial percintaan

Sampai akhirnya aku termangu….

Dan menuai proses pada sirkulasi baling-baling kehidupan



Kurengkuh bongkahan kata untuk melahirkan suatu antologi

Berprinsip pada analogi, kuserahkan dadu-dadu keberuntungan

Dan kukerahkan fokus pada seni yang terselubung makna pendidikan

Apakah melankolis dan puitis itu?

Siapakah aktor-aktor yang membayar para pujangga?

Sehingga lahir buku-buku ilmiah   yang menampung aspirasi baru



PENARI ATAU MOTIVATOR?


Kemampuan berdiri sang penari membuat tawa geli sembari kagum

Ego masing-masing  seolah melupakan sejarah masa lalu tak berdaya

Semenjak ayah dan ibu menjadi suara akan hadirnya realita anak dan orang tua

Mengajakku untuk bersama menaungi diri di sekolah seni ternama

Seandainya mereka tak memilih lajur utama yang kulalui

Mungkin lagaku hanyalah angan-angan belaka



Panggung megah membujuk rayu semangat juang lewat angin sorak-sorai

Panji yang tertancap kuat menorehkan kesan  untuk para penggemar

Audiensi lekas bergegas membocorkan rahasia kegigihan sang idola

Melalui pers dan wawancara kubeberkan jelas setiap karya

Seolah kubawa panggung ini sampai ujung dunia



Manula sampai anak kecil tersenyum melihat aksi jenaka penguasa sanggar

Angin berhembus di setiap gemuruh yang dibuat sistem suara dari mikrofon

Tak heran bila kreasi berasal dari sandiwara yang berakhir dengan gelar motivator

Dan menjadi agenda untuk lomba kreatifitas bertajuk pendidikan



SAMPAI PENA DIKENANG


Pelatuk pena-pena terbaik mengawali garis awal sebuah margin

Taringnya menusuk poros inti sebuah jerami yang jadi kertas 

Lembarannya diresmikan oleh seniman yang bergelar redaktur

Diproduksi sebagai sastra runtut yang membuka rahasia dari misi tinta



Garis keras penulis akan membusung tepat dibagian hati yang hilang

Terbelenggu, hanya akan memakan waktu yang diberikan Sang Pangeran

Berkreasi tidak butuh kondisi terang benderang

Opini pun tidak dibatasi oleh suasana akan kepahitan

Satu kalimat besar muncul  membungkus segmen  permasalahan…

Diperlukan kemauan untuk belajar meraih sekat-sekat pengalaman



Ku berlari tanpa menginjak rem di persimpangan

Tak gentar tetap ku berfokus sebagai konstanta bukan variabel

Prinsipku jelas…

Menggoreskan pena pada buku-buku pelajaran

Dan berakhir sampai namaku dalam pena dikenang


Warisan Keseimbangan Pendidikan Dan Kesenian

Nenek moyang menaruh impian pada kesenian yang diberikan

Akan ku jaga kelestarian estetika api budaya yang menggelora

Menggetarkan seluruh jiwa dan raga dari tembang-tembang lawas

Menuntut keseimbangan terhadap pendidikan yang mengandung kualitas



Warisan turun-temurun menarik proyek prosedural penelitian

Memaksa keraguan mencari tahu arti pengetahuan setiap zaman

Termasuk  bisikan-bisikan para wayang tuk menjemput paksa para majikan

Dan meminta uang pada juragan dalam setiap pementasan malam



Bilangan desimal dan pecahan akan dikombinasi untuk aktivasi tengah

Keringatku bercucuran kala kembali mengingat kata demi kata

Lagu-lagu daerah menjadi sosok dari generasi terdahulu

Sampai akhirnya menjadi refleksi untuk dijadikan mata pelajaran baru



WARISAN KESEIMBANGAN PENDIDIKAN DAN KESENIAN


Nenek moyang menaruh impian pada kesenian yang diberikan

Akan ku jaga kelestarian estetika api budaya yang menggelora

Menggetarkan seluruh jiwa dan raga dari tembang-tembang lawas

Menuntut keseimbangan terhadap pendidikan yang mengandung kualitas



Warisan turun-temurun menarik proyek prosedural penelitian

Memaksa keraguan mencari tahu arti pengetahuan setiap zaman

Termasuk  bisikan-bisikan para wayang tuk menjemput paksa para majikan

Dan meminta uang pada juragan dalam setiap pementasan malam



Bilangan desimal dan pecahan akan dikombinasi untuk aktivasi tengah

Keringatku bercucuran kala kembali mengingat kata demi kata

Lagu-lagu daerah menjadi sosok dari generasi terdahulu

Sampai akhirnya menjadi refleksi untuk dijadikan mata pelajaran baru


Puisi-Puisi Azmi

Azmi dengan nama pena Azmi Labohaji dilahirkan di Lhokseumawe, Aceh Utara, pada 21 Januari 1987. Menyelesaikan S1 pada Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Puisi dan cerpennya telah banyak dimuat di harian-harian lokal. Untuk skala nasional ia pernah mengirimkan beberapa cerpen ke media yang terkenal, Harian Kompas. Namun, hanya e-mail penolakan yang selalu ia terima (mungkin belum layak). Meskipun dalam bentuk penolakan, itu merupakan sebuah kebahagiaan yang amat ditunggu-tunggunya. Selain menggauli dunia puisi dan cerpen, beberapa naskah dramanya telah banyak yang dipentaskan, salah satunya Noda Perdamaian, yang dipentaskan pada tahun 2011 di gedung AAC Dayan Dawood. Kini menjadi guru kontrak pada sebuah SMA di Kepri tepat di Kabupaten Kepulauan Anambas. Dapat dihubungi melalui e-mail Lelakidesa@yahoo.co.id. Hp 085277493943, 085765024370. Alamat sekarang di Desa Teungah IbÔh, Kec. Labuhan Haji Barat, Kab. Aceh Selatan


MAK, ENGKAU TELAH MENDEBUKAN KEINDAHANKU


Sudahlah jangan lagi kau kotori kertas putih yang tak berdosa itu jang
dengan kata-kata yang lahir dari kepalamu. 
Mak sudah lelah untuk sekian kali menyapu dan membuang 
tumpukan kertas yang remuk tak berdaya itu,
apa sih maumu dengannya?

aku bersujud di kaki Mak. Di mana  kertas 
tak berdosa itu kini beranak? Pada Mak kumemohon 
kertas itu adalah keindahan. Keindahan yang kian kali kuukir 
sebelum tidur untuk kukenang dalam mimpi.
Di mana ia Mak kini?

Berakhir mungkin di tong sampah, mungkin jua telah menjadi debu 
yang dibawa angin yang marah.
Itukah keindahan yang wajib bagimu untuk kau impikan?
Kau berkata keindahan sedang badan tak terawat berbulan-bulan
Keindahan yang bagaimana? Yang seperti dakimu yang tak terbasuh air selama 
seminggu lamanya? Yang seperti rambutmu yang acak-acakan yang tak bernama? 
atau seperti gigi dan tahinya yang tak pernah kau sikat itu? Itukah keindahan?   
Mengertilah, Nak, kata-kata itu tak bermakna lagi disaat ia mencium bau nafasmu.
Dan kau masih mengatakannya penuh muatan makna.
Mengertilah, Nak, bait-bait itu hilang ruh saat kau katakan itu adalah puisi yang 
Indah. Jika kata bisa bicara, ia lebih memilih merepetimu yang telah memilihnya
untuk kau tulis di atas kertas itu! Maka mengertilah.
Mak, aku memang tak terawat. Itu benar layaknya sebuah sabda. Sengaja kutulis 
puisi itu agar tiap kali kumembacanya ada bagian dari tubuhku yang kubersihkan.
Agar setiap kali kuimpikan ada wajah yang bersih putih dan tampan. 
Tapi kini itu semua sia-sia. Aku kembali menjadi aku kerna Mak telah menjadi 
keindahanku itu menjadi abu.
Mak, Engkau telah mendebukan keindahanku . . .

Anambas, 2013


MARI

Mari selembut pagi gerakkan jari. Gerakkan satu persatu. Pelan dan pasti. 
Genggam pena lukis ini tulis itu apa kata hatimu
Genggam palu pahat kayu, pahat batu buatlah rumah dari kayu dan batu
Genggam cangkul bajak tanah tanam sesuatu yang kelak bisa kita mamah
Mari gerakkan jari ikuti baris ajari si kecil melukis. 
Mari gerakkan jari tanpa perlu malu atau takut dituduh peniru. Mari.
Si kecil pandai melukis. Lukisan ditempeli di rumah batu dan kayu. Si kecil 
tak lagi menangis setelah melukis ada yang dimamah. 
Si kecil mengerakkan jari menggenggam pena menulis itu semua dengan ramah. 
Mari gerakkan jari untuk berseni sesudah itu pun kita bersabda bahwa kita bisa
Mari . . . 

Palmatak, 2013



KEPADA YANG HARUS PERGI

Tiga tahun sudah kita bersama, anakku
dalam canda tawa tangis dan segenap perkara
tiga tahun sudah kita bersama, anakku
itu adalah waktu yang cukup lama untuk dikenang

kau dan aku, kita bertemu dan menyatu dalam satu ruang
aku mengajari kau dengan penuh kasih
meski badan ‘tlah lemah dan letih
aku mengajari kau dengan penuh kasih 
dan tak pernah mengharap pamrih.

Seragammu putih abu-abu
Seragamku kuning langsat selalu
Mulutmu s’lalu mengata-ngataiku
Tapi mulutku selalu menasehatimu

Kepada yang harus pergi
bernasehatlah daku-daku yang ditinggali

kepada yang harus pergi, 
tanganmu ‘tlah kuat untuk mengenggam
kakimu ’tlah kuat untuk melangkah 
 otakmu ‘tlah kuat untuk mengingat
itu semua adalah amanat

genggamlah sesuatu yang bermanfaat dengan tanganmu yang kuat
melangkahlah ke tempat yang penuh manfaat  
ingatlah semua itu amanat
jangan kau ingat tanganku yang pernah memerahkan pipimu
jangan kau ingat mulutku yang pernah mencacimu
jangan kau ingat pula seluruh tingkahku yang membuat kau 
enggan untuk menyebutku guru

tapi ingatlah apa yang pernah kuajari di pagi hari untukmu
tapi ingatlah senyumku yang s’lalu menyemangatimu
tapi ingatlah betapa aku mengasih dan menyayangimu
meskipun kau tak pernah menganggap kasih dan sayang itu ada

kepada yang harus pergi,
tinggalkan seragammu untukku bersama kenangannya
tinggalkan namamu agar aku s’lalu berdoa untukmu
tinggalkan kenangan kita bersama 
dan yakinkan aku bahwa di satu sudut hatimu
ada namaku yang bertahta di sana. 

kepada yang harus pergi, 
anakku, kau ‘tlah kususui dengan ilmu selama tiga tahun lamanya
selamat jalan selamat berpisah 
ciptakanlah kisah bahagia yang membuatku menjadi indah…

MA USB Palmatak, 18 April 2013


MATAMU DI LENSA KAMERAKU

Berukir indah lentik bulu mata dan hitam pupilmu
Memancarkan kedamaian saat malam meraja
Meneduhkan jiwa saat panas menerpa
Pelepas dahaga saat hatiku gerah tak berkasih.

Di malam sesejuk salju, matamu yang kuburu
Di lensa-lensa kameraku.  
Di dinding kamar yang merapuh,
Dan di ingatan yang selalu menyimpan sejuta pikiran keruh.

Di lensa kameraku matamu seindah mawar madu
Yang diselimuti embun pagi di setiap inci mekarnya
Pupilmu membulat indah, bak danau yang menyimpan madu surga
Alismu menebal  hitam sepekat malam berbintang

Ingin aku memiliki indah matamu 
Tukku bawa ke alam tidurku, mimpiku, dan ke alam yang mereka tak bisa
 menyaksi.

Di lensa kameraku matamu meneduhkan mataku
Dari terpaan kesepian hari-hari yang menyedihkan….

Tanjung Selamat, 2010 


SANI YANG BERSENI

Sani yang berseni meski tubuh tak pernah wangi. Seni Sani digemari
meski kadang dapat caci. Sani yang berseni adalah lelaki yang dikagumi.
Sani mengajari seni dengan seikhlas hati. Sani sebentar lagi mati 
tapi ia ‘tlah berpuas hati. Seni Sani banyak dicari seni yang dulu dicaci maki. 
Sani dan seni kini tak ada lagi. 
“Sani ajari kami seni. Karna kami tak indah lagi kini?” suara itu kini menggema 
setiap sudut negeri. Sayang Sani tak ada lagi . . .

Anambas 2013

Sabtu, 08 Juni 2013

Puisi-Puisi Dany Setiawan

DANY SETIAWAN, lahir di Ketiau,16 Juli 1993. Merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara dari pasangan Bapak Edy Yuniarto dan Ibu Dahlia sekarang bertempat tinggal bersama keluarga di Jl.Kutilang No.05 Perum.P.G.Cinta Manis Kel.Desa Ketiau Kec.Lubuk Keliat Kab.Ogan Ilir 30663. Riwayat pendidikan TK Cinta Manis tahun 1998-1999, SD Cinta Manis tahun 1999-2005,SMP Negeri 1 Tanjung Raja tahun 2005-2008,SMA Negeri 1 Tanjung Raja tahun 2008-2011, dan saat ini sedang berada pada S1 jurusan Agroekoteknologi di Universitas Sriwijaya. Riwayat Organisasi: Ketua Keimanan dan Ketaqwaan Tuhan Yang Maha Esa pada OSIS SMA Negeri 1 Tanjung Raja 2010/2011, wakil ketua English For Fun di SMA Negeri 1 Tanjung Raja 2010/2011, Anggota Kaderisasi BWPI Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Anggota di Kemahasiswaan Ogan Ilir (KMOI), Ketua Komisi II DPM FP Universitas Sriwijaya, Ketua Medinfo Himagrotek, anggota KAMMI Al-Quds, anggota ATC (Agro Training Center) dan Koordinator KOPHI Sumatera Selatan. Saat ini sedang ikut aktif dalam kegiatan seminar dan perlombaan-perlombaan. Info lebih lanjut: No.Hp: 085788549011, FB/ Twitter: Dany Anbu / @danysetiawan19, E-mail: danysetiawan19@ymail.com danysetiawan_jr@yah00.com


PENDIDIKANKU, SENI MASA DEPANKU

Disini Aku belajar
Disini pula Aku berkreasi
Mencurahkan semua apa yang menjadi impianku
Dan disini pula aku mengenal arti seni
Seni yang bernamakan karakter
Pembanding satu dengan yang lain
Ada baik dan ada buruk
Ada saling tolong-menolong
Dan ada pula saling mengolok
Disini aku mengenal kejujuran,
Jujur untuk kebaikan
Disiplin menghargai waktu
Seperti pohon,
Takkan berbohong jika kekurangan air
Ia akan layu dan mati
Takkan berhenti menghasilkan oksigen
Kala matahari mulai beranjak naik
Andai ia berbohong,
Seluruh kehidupan akan binasa
Karena tak ada oksigen
Dan tak ada penyerap gas karbondioksida
Seperti itulah kehidupan
Dalam lingkar pendidikan ini, 
Aku tergabung
Menitik karier mengejar asa
Berlatih sosialisasi, menciptakan pribadi yang nyata
Yang mungkin takkan didapat
Tanpa mengenyam pendidikan
Mengaplikasikan dan menyajikan untuk masyarakat
Namun, tak semua yang berpendidikan
Adalah yang bermartabat
Hanya seni dalam diri yang dapat berbicara
Karakter pribadi yang luguh nan bersih
Putih tanpa noda
Dalam lingkar pendidikan ini
Aku mengerti dan memahami
Bahwa seni dan pendidikan
Saling berkaitan satu sama lain
Bak rantai yang melingkar
Dan dari dalam lingkar pendidikan ini,
Aku siap menyongsong masa depanku
Dari pendidikanku untuk seni masa depanku


KARAKTER, SENI KEHIDUPAN

Berbicara karakter
Berarti berbicara tentang hati dan perasaan
Ibarat permainan politik dan polemik kehidupan
Itulah karakter dalam seni kehidupan
Ada perdebatan
Ada kesenangan dan ada tangisan
Semua berasal dari apa yang didapat
Baik dalam masyarakat
Maupun dari diri sendiri
Pendidikanlah inti dari segalanya
Baik dalam keluarga
Maupun masyarakat
Tutur kata nan halus dan
 prilaku malaikatlah 
yang kau dapat
Jika memahaminya dengan kesungguhan
Takkan ada kupu-kupu
yang akan menghisap temannya sendiri
Dan takkan ada pula nyamuk
yang akan menghisap temannya sendiri
Kecuali predator
Atau lebih tepat dikatakan teman dalam selimut
Ada anggrek yang hidup dengan menempel
pada pohon yang lain
Dan ada juga bunga matahari yang tumbuh tegak
tanpa ada bantuan apapun
Betapa beragamnya karakter 
dalam seni kehidupan ini
Hanya sebuah filter yang dapat mencegahnya
Yakni hati
Hati yang baik akan berbuat pada kebajikan
Sebaliknya, hati yang buruk
Akan berbuat pada keburukan
Bangkit dan bangunlah pemuda
Ciptakan jiwa karakter sejati


KARAKTER CITRA MASYARAKAT

Di tengah keramaian Aku berdiri
Meratapi nasib diri ini
Tak tahu harus bergerak kemana
Dan menuju kemana
Setumpuk harapan dan angan-angan
yang selalu menggebu-gebu
yang ada dalam benakku
Ingin rasanya mengubah
Bak pahlawan, 
yang ‘kan menjadi sorotan masyarakat
sungguh konyol jika kuperbuat
layaknya sapi mengongo
dan macan ompong
diriku
Malu, itulah kata dipikiranku
Berpangku tangan dan membisu
Padahal banyak hal yang bisa kuperbuat
Mereka butuh bantuanku
Jangan hanya berharap sarjana muda
Dan para professor dengan kepala gersangnya
Yang ‘kan datang dan merubahnya
Diri inilah seharusnya,
Berbekal pendidikan yang didapat
Yakni karakter 
Jujur,disiplin,menghargai,
Dan percaya diri
Sungguh,
Gabungkan dengan alam pikiran
Dan kurangi sedikit rasa malu
Yakin dapat melakukan
Jujur, mereka butuh bantuan itu
Bangkitkan semangat api dalam diri
Aku yakin bisa menemukan arti pencitraan tersebut
Pencitraan pada masyarakat
Melalui pendidikan membentuk karakter
Yang sejati


SENI, POLA KEHIDUPAN

Lika-liku kehidupan 
Kian tak jelas jika diperhatikan
Tanpa adanya hati dan perasaan
Yang menjiwainya
Takkan ada sinkron kehidupan
Antara hati dan jiwa
Serta alam sadar pribadi
Tangisan,canda dan tawa
Kerap kali menyelimuti
Kehidupan seseorang 
Perasaan jiwa dan batin seseorang
Kerap kali terbelenggu 
Oleh nistanya kehidupan
Namun, yakinlah dalam hati
Bahwasannya melalui pendidikan yang baik
Akan melahirkan sebuah seni kehidupan yang baik
Dan akan menciptakan sebuah pola kehidupan
 Yang baik pula
Bangkit dan bergeraklah pemuda
Yang muda yang berkreasi


SENI, AGEN PERUBAHAN

Seni adalah jiwa
Jiwa diantara dua pilihan
Ibarat dua sisi mata pisau yang berbeda
Ada kala dia akan berwatak baik
Dan terkadang 
Ada pula yang berwatak buruk
Kala diayunkan
Hal buruk yang terjadi
Jika diperbuat pada hal negatif
Namun, ada pula baik
Jika diperbuat dalam hal kebajikan
Ketika hati kosong
Kerap kali penjiwaan tak terarah 
Yang mungkin akan berwajah suram
yang menghinggapinya
Namun, lain halnya
Ketika hati berbunga
Cahaya nan terang
Yang akan menyelimutinya
Seni dan jiwa akan berkaitan
Satu dengan yang lainnya
Takkan terpisah
Dan tak akan terpecah
Walau rintangan badai sekalipun
Dan seni akan membawa pada citra
Pendidikan yang baik yang akan
menciptakan perubahan yang baik pula



Puisi-Puisi K. Himawan Kunarto

K. Himawan Kunarto, mahasiswa dan penulis lepas kelahiran negeri di bawah dingin gunung Lawu, Magetan. No. HP : 08976824102, E-mail: carlheinztorgeveld@yahoo.com.




SUATU SORE

Suatu sore menjelang petang
ketika ku pulang dari berlatih opera
seseorang mendatangiku, seksama mengamatiku
lalu tiba-tiba mulutnya menyemburkan sebuah tanya
“Mau jadi apa kau latihan opera kayak gitu? Opera bisa jadi apa? Opera bisa dapat apa?”

Kuladeni tanyanya dengan jawaban mantap
“Aku ingin jadi manusia dan memanusiakan manusia lain. Hidup sia-sia, harta tak berguna, jika kau selalu merana dalam marabahaya fatamorgana dunia.”


REHAT

Hitam putih, hitam putih, hitam putih
Hitam diatas putih, putih tertindih hitam

Sudah saatnya pelangi mewarnaimu


PERLUKAH SENI?

Jangan melihat seni
Mereka bisa buat dirimu menjadi aneh
Jangan mendekati seni
Mereka kumpulan eksentrik penuh intrik
Jangan mendengar seni
Setiap katanya menyiratkan jebakan
Jangan mencium seni
Nanti kau keracunan
Jangan menyentuh seni
Bisa iritasi
Jangan menikmati seni
Lenakanmu!

*Hahahaha…
Tanpa seni tak ada bandingan bagi normal
Tanpa seni semua hanya kebosanan intrinsik
Tanpa seni kau takkan mengerti arti kewaspadaan
Tanpa seni siapa tahu ada racun
Tanpa seni orang tidak mengerti hati-hati
Tanpa seni manusia merobot

Perlukah seni?
Berapologi?
Pada masyarakat yang sudah mengerti?


PAK GURU, AJARI KAMI

Pak Guru,
ajari kami menggambar hati
Agar kami bisa mengerti
perasaan orang lain juga diri kami sendiri

Pak Guru,
ajari kami menggambar persegi
Agar kami mampu memahami
bahwa hidup mengandung sudut persimpangan dan lurusnya garis tepi

Pak Guru,
ajari kami menggambar segitiga
Agar kami membuka mata
pada kewajiban yang harus kami laksanakan nyata

Pak Guru,
ajari kami menggambar balok
Agar kami mengetahui elok
indahnya kerapian obyek yang mencolok

Pak Guru,
ajari kami menggambar limas
Agar kami lepas terbebas
dari belenggu yang terus membekas

Pak Guru,
ajari kami menggambar semuanya
Agar kami menjadi manusia
seutuhnya dan mampu memanusiakan lainnya


KITA BUTUH DINDING

Kita butuh dinding
agar mural-mural liar menjinak
Kita butuh dinding
pembatas kebebasan seni dan belenggu politik
Kita butuh dinding
agar seni tidak terkontaminasi modernitas getas
Kita butuh dinding
pelindung didaktis tembang anak terempiris
Kita butuh dinding
agar seni kembali dari masa juling
Kita butuh dinding
pendorong pelupuk mata manusia

Kita butuh dinding
kita butuh dinding
Dinding tembok manusia seni kaya makna
Empiris tersirat penuh pengharapan lekat erat